Reporter : Dennia Shinenauky Niza & Fatwa Am’ Azza

Editor : Lailatul Arifah

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UINSA menggelar puncak acara Ushuluddin Festival (U-Fest) pada Kamis, 4 Desember 2025, di Lapangan Futsal FUF. Acara yang menjadi penutup kegiatan DEMA tahun ini menghadirkan beberapa agenda utama, mulai dari fashion show, Ushuluddin Award, hingga pembagian doorprize untuk para peserta.

Ketua DEMA FUF, Muhammad Daffa Assyawal, menjelaskan bahwa U-Fest tahun ini membawa inovasi baru, salah satunya fashion show yang untuk pertama kalinya diselenggarakan.

“Ya agar Ushuluddin ini nggak selalu tentang baca kitab. Mahasiswa juga perlu ruang untuk berekspresi. Apalagi ini masa-masa UAS, jadi kami ingin menghadirkan momen yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sekitar 12 kelas dari beberapa prodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin turut berpartisipasi, terutama dari angkatan 2024 dan 2025. Namun, Daffa Assyawal mengakui masih banyak kelas lain yang belum turut serta.

Secara internal, proses menuju puncak acara tidak berjalan mulus. Mulai dari persoalan tempat (setelah pengajuan Amphiteater ditolak oleh Warek 2) hingga keterbatasan panitia yang beralasan sibuk UAS.

“Kita akhirnya memindahkan acara ke lapangan futsal. Berat memang, apalagi dengan relawan seadanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana U-Fest 2025, Abdullah, mengungkapkan bahwa persiapan panitia cukup singkat, hanya sekitar satu bulan.

“Kami open recruitment volunteer pada Agustus setelah Iniscom, dan mendapat 14 orang, ditambah pengurus DEMA tahun ini,” katanya.

Ada lima lomba yang berhasil dilaksanakan, yaitu E-Football, MHQ, Debat, Mobile Legends, dan Fashion Show sebagai penutup. Tantangan terbesar, menurut Abdullah, adalah mengajak mahasiswa untuk ikut serta. Banyak yang memprotes kewajiban mengikuti lomba fashion show serta membayar HTM Rp50.000 per kelas untuk lomba tersebut.

“Kita nggak benar-benar memaksa dendanya, cuma simbolis biar teman-teman mau ikut. Toh yang datang juga dapat konsumsi,” jelasnya.

Beberapa mahasiswa membagikan pengalaman mereka mengikuti acara tersebut.
Salman Alfarisi, salah satu peserta fashion show, menilai bahwa kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa.

“Ini juga merupakan acara yang berkesan karena ini kali pertama saya mengikuti acara seperti ini dan bisa menambah pengalaman,” tambahnya.

Baik ketua DEMA maupun ketua pelaksana berharap U-Fest tahun depan dapat lebih terfasilitasi dan meriah. Daffa Assyawal berpesan agar DEMA berikutnya menjaga administrasi, regulasi, serta inovasi yang telah dibangun.

“Tahun depan saya yakin U-Fest bakal lebih meriah lagi. Ushuluddin nggak selalu tentang hal-hal keagamaan; mahasiswa juga butuh ruang kreatif,” tutupnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *