Wartawan : Fatkhur Rozaq Al Akbar
Editor: Fatwa Am ‘Azza KD
FORMA (19/06) – Program Student Outbound Mobility Malaysia yang diselenggarakan International Office (IO) UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi perhatian setelah ditemukannya nama peserta yang tidak tercantum dalam daftar seleksi administrasi, namun tetap dinyatakan lolos dalam pengumuman akhir. Hal tersebut kemudian dijelaskan oleh pihak IO terkait status peserta dalam program Student Outbound Mobility Malaysia.
Temuan tersebut diperoleh Tim LPM Forma setelah melakukan pencocokan data antara daftar seleksi administrasi dengan daftar peserta yang dinyatakan lolos dalam program Student Outbound Mobility Malaysia.
Menangapi hal tersebut, Mada, perwakilan dari pihak International Office menjelaskan bahwa peserta yang dimaksud merupakan peserta yang telah dinyatakan lolos pada program IO sebelumnya dan kemudian dialihkan karena kendala keberangkatan.
“Dia sudah lolos pada program sebelumnya, jadi bukan tidak ada administrasi. Karena kendala visa di negara tujuan, akhirnya dialihkan ke Malaysia,” jelas Mada.
Ia menegaskan bahwa peserta tersebut tidak mengikuti seleksi ulang pada program Student Outbound Mobility Malaysia karena statusnya merupakan tindak lanjut dari izin sebelumnya yang tidak dapat dilaksanakan lebih lanjut.
“Dia mengikuti jalur yang sama di periode sebelumnya dan dilibatkan kembali tanpa melalui proses wawancara karena kendala teknis di negara tujuan,” tambahnya.
Sementara itu, Maslahatul Ummah, salah satu peserta yang mengikuti tahap wawancara, mengaku tidak mengetahui secara pasti hal tersebut. Ia menilai informasi terkait proses seleksi perlu disampaikan secara lebih terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan serta memberikan kejelasan peluang bagi mahasiswa.
“Saya tidak tahu soal itu, karena setahu saya tidak ada jalur lain selain seleksi berkas dan wawancara. Kalau memang ada penjelasan lain, sebaiknya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan dan memberi kejelasan peluang bagi mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Odi Hatim, salah satu peserta yang dinyatakan lolos Student Outbound Mobility Malaysia, juga memberikan dorongan kepada mahasiswa lain terkait persiapan mengikuti program serupa.
“Saya ingin teman-teman lebih aktif meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar bisa mendapat kesempatan mengikuti program seperti ini,” tuturnya.

