Reporter: Imron Amirullah dan Ahmad Maulana Ali
Editor: Thoriq Syauqillah
FORMA (13/03) –Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang. Hal ini mengemuka dalam talkshow kebudayaan Jepang yang digelar di Hall Amphitheater Gedung Teungku Ismail Yaqub, pada Rabu (11/03).
Hadir sebagai narasumber utama, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu. Rektor UINSA dalam sambutannya menaruh harapan besar agar agenda ini menjadi pintu masuk kerja sama pendidikan yang lebih erat. Ia mencontohkan potensi kolaborasi antara Fakultas Kedokteran UINSA dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) terkait penguatan akademik maupun pengadaan perangkat yang dibutuhkan.
“Maka tahapan berikutnya barangkali setelah kita belajar bersama-sama, ada ruang yang bisa kita maksimalkan Pak Konsul Jenderal untuk membangun kemuliaan” ujarnya.
Dr. Takonai Susumu mengungkapkan bahwa saat ini UINSA sebenarnya telah menjalin kemitraan dengan beberapa universitas di Jepang, seperti Hiroshima University dan Kumamoto University. Melalui kerja sama tersebut, sejumlah mahasiswa telah mendapatkan beasiswa untuk menempuh studi di sana dengan durasi bervariasi.
“Tetapi menurut keterangan pihak UINSA. UINSA sebenarnya telah menjalin kemitraan dengan beberapa universitas di Jepang, termasuk Hirosima dan Kumamoto. Dan juga beberapa mahasiswa dan mahasiswi dapat semacam beasiswa untuk belajar disana selama 1 tahun, 2 tahun, ada yang setengah tahun juga” jelasnya.
Selain materi dari Konjen Jepang , Hadir pula . Eng. Anang Asegaf yang sempat menempuh Pendidikan di jepang tepatnya di Kumamoto University dan juga Hj. Afifah seorang alumni program guru pesantren ke Jepang yang mana memaparkan materi tentang relevansi Pendidikan dunia pesantren pada kebudayaan Masyarakat jepang seperti tentang rasa hormat pada guru, disiplin, menghargai waktu dan juga menjalin hubungan silaturrahmi.
Antusiasme peserta terlihat salah satunya dari Yusrin, mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA). Ia mengaku hadir setelah mendapat informasi dari Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) SAA
Menurutnya, materi yang di paparkan sangatlah relevan dan haruslah di ambil pelajarannya, disamping itu pengalaman menarik juga di dapatkan dari narasumber yang sempat menempuh studi disana.
“Selain nambah pengetahuan tentang negara jepang, ikut acara talkshow buat ngisi waktu luang pada saat puasa” ujarnya.
Meski disambut positif, mekanisme distribusi informasi acara sempat menjadi catatan. Dida mahasiswa UINSA Program Studi Pendidikan IPA (PIPA) mengatakan bahwa ia mendapat informasi adanya acara ini dari sekprodi pada saat usai matkul dan hanya di pilih 4 perwakilan dari tiap kelas.
“Saya mengira awalnya ini adalah student exchange atau pertukaran pelajar” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi kebermanfaatan acara ini dan berharap ke depannya informasi bisa disebarkan lebih luas.
“Acara ini sangat bermanfaat. Seharusnya talkshow ini dibuka secara lebih luas lagi supaya informasi nya lebih menyebar bukan hanya kepada beberapa perwakilan hari ini saja” pungkasnya di akhir.

