Reporter: Hatman Roqfah
Editor: Fatwa Am ‘Azza KD
FORMA (26/05) – Surat peringatan parkir yang ditempelkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel Surabaya pada Selasa (20/05) memicu respons setelah menyinggung dosen sebagai pihak yang telah “digaji negara”. Diksi dalam peringatan tersebut kemudian mendapat respons dari dosen yang mempertanyakan keterkaitannya dengan persoalan parkir kendaraan di area fakultas.
Salah satu dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Nurhidayat Wahiddudin mengaku tidak mempermasalahkan langkah mahasiswa dalam menjaga estetika lingkungan fakultas. Menurutnya, pimpinan fakultas sejak lama memang menginginkan area depan gedung steril dari kendaraan.
“Kalau hanya himbauan supaya lingkungan fakultas lebih baik dan tidak merusak estetika, sebenarnya tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun, ia menilai masalah muncul ketika tulisan peringatan tersebut mulai menyinggung gaji dosen. Menurutnya, hal tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan masalah parkir kendaraan.
“Yang membuat saya kurang nyaman adalah ketika tulisan itu menyinggung soal gaji yang kami terima. Apa relevansinya antara parkir dengan gaji?” katanya.
Udin menilai kritik mahasiswa seharusnya terfokus pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan tanggung jawab dosen sebagai tenaga pendidik.
“Kalau gaji dikaitkan dengan pelayanan akademik atau keaktifan dosen mengajar, saya kira masih relevan. Tapi kalau dikaitkan dengan parkir, menurut saya tidak nyambung,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua DEMA FUF Hengki Fernando mengakui bahwa bahasa yang digunakan dalam tulisan peringatan tersebut memang bertujuan menyentil pihak yang masih melanggar aturan parkir meskipun larangan telah diterapkan secara jelas.
“Kalau secara evaluasi dari teman-teman DEMA, mungkin bahasanya dinilai terlalu sarkas atau satir, kemungkinan gaji negara dengan parkir,” ujar Hengki.
Ia mengatakan kritik tersebut muncul dari keresahan pelajar terhadap kendaraan roda empat yang terus parkir di depan gagal meskipun telah terdapat tulisan larangan parkir.
“Ada tulisan ‘Dilarang Parkir’ yang sangat jelas, tapi masih tetap parkir di situ. Jadi kami meninjaunya balik,” katanya.
Dalam wawancara, Hengki menjelaskan bahwa sebelumnya DEMA FUF telah melakukan penertiban dengan menempelkan tulisan peringatan pada sejumlah kendaraan yang parkir di depan gedung fakultas. Langkah tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas keluhan mahasiswa terkait kendaraan roda empat yang masih parkir di area depan fakultas.

