Sepihak

 

                                         doc.google

 

Kali ini entah mengapa angin terasa terhenti
Mataku yang biasanya mencarimu, sekarang terpatri
Ia lelah dengan perasaan
Termenung disebrang dermaga penantian
Sesekali ikan-ikan menyapa
Berkata tentang siapa yang mengawali dusta
Aku coba mendekatkan telinga kepadanya
Saat aku sadar, ternyata bayangkulah yang nampak pertama
Aku dan kau, mungkin tak lagi satu
Lagu kita sudah tak lagi seirama
Derap langkah kita jauh berpisah
Apalagi genggaman kita, jelas tak lagi erat
Aku memang sedang penat
Setiap hari hanya memikirkan tentang hadirmu
Katamu kau butuh jeda
Jeda yang membuatku menyemai luka
Lalu bagaimana dengan esok?
Bukankah kita sudah berencana berikrar
Namun, kau malah mengirim kurir
Dengan pesan, yang ingin sekali ku anulir
Kau memilih sepihak untuk pergi
Lalu Aku juga memutuskan sepihak untuk menanti
Kita sama-sama egois !
Kita menyulam kisah tragis
Menimba tangis
Lalu kenapa kita berhenti?
Bukan kah, sore ini senja masih terbit lagi
Meski kita berdiri di lain hati

 

*Akary
30 Desember 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *