Reporter: Syifa aliyya nafi azmi
Editor: Dennia Shinenauky niza
FORMA (16/04) – Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar seminar terapi bekam yang disertai praktik langsung pada Selasa, 15 April 2026 di Aula Gedung B3 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi mahasiswa yang berfokus pada keterampilan praktis di luar pembelajaran kelas.
Syaifullah Yazid, Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melengkapi pembelajaran teoretis yang selama ini diterima mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga perlu memiliki keterampilan praktik. Kegiatan ini menjadi sarana agar mereka mendapatkan pengalaman langsung yang sulit diperoleh di dalam kelas,” ujarnya.
Abdul Haris, pemateri seminar, menyampaikan bahwa bekam merupakan bagian dari terapi holistik yang dapat digunakan sebagai pendamping dalam praktik psikoterapi. Menurutnya, kondisi fisik dan mental saling berkaitan dalam proses penyembuhan.
“Kalau hanya kejiwaannya saja yang ditangani, sementara fisiknya masih sakit, maka hasilnya kurang maksimal. Akan lebih baik jika keduanya diperhatikan secara bersamaan,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mengikuti praktik bekam secara langsung. Kegiatan ini memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa dalam memahami teknik serta proses terapi secara nyata.
Radhita Raka Pandira, mahasiswa Tasawuf Psikoterapi semester 4, mengaku praktik langsung memberinya pengalaman baru, terutama dalam merasakan sensasi terapi bekam yang sebelumnya hanya diketahui secara teori.
“Kalo bekam saya sudah pernah dengar, tapi belum pernah merasakan langsung. Setelah mencoba, badan terasa lebih segar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Radhita Raka Pandira, berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin, setidaknya satu bulan sekali, karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental mahasiswa.

