Reporter: Dennia Shinenauky Niza & Nisrina Fatmawati
Editor: Moh. Faiqul Waffa
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel Surabaya menutup rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan nuansa berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, acara penutup diwarnai dengan Pentas Seni (Pensi) menjadi momen hiburan sekaligus ajang kreativitas mahasiswa baru.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUF menjelaskan, penambahan Pensi merupakan inovasi agar PBAK tak hanya identik dengan kegiatan yang melelahkan.
“Selama ini kesan PBAK itu capek, ribet, panas. Nah, tahun ini kami ingin ada momen yang bikin mereka senang, kenal satu sama lain, dan membangun chemistry. Dari situ lahirlah konsep PENSI,” jelasnya.
Meski sempat terkendala dalam menentukan tema, panitia akhirnya menyajikan beragam penampilan, mulai dari pantomim hingga drama “Biri-biri”. Menurutnya, respon peserta sangat positif.
“Sejauh ini mereka antusias. Ada kelompok yang menampilkan drama ‘Biri-biri’ yang seru banget,” tambahnya sambil tersenyum.
Koordinator Acara, Maftuh Fuadi, menyebut Pensi ini dirancang khusus untuk hari terakhir sebagai wadah ekspresi mahasiswa baru.
“Hari ketiga ini disetting supaya anak-anak aktif berkreasi dan bergembira bersama. Inaugurasi (Pensi) ini jadi penutup yang manis,” ungkap Maftuh.
Ia menambahkan, PBAK tahun ini berjalan lancar dengan kendala minim. Satu-satunya hambatan adalah waktu yang molor karena keterlambatan pemateri dan ormawa, namun hal tersebut dapat diatasi dengan penyesuaian durasi.
“Persiapan kami matang, jadi kendala bisa diminimalisir. Rundown tetap berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Muhammad Zidan, mahasiswa baru Prodi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, mengaku Pensi membawa manfaat dalam mempererat kekompakan kelompok.
“Inaugurasi (Pensi) itu penting buat kekompakan. Tapi sayangnya latihan cuma tiga hari menurut saya itu kurang. Setelah PBAK malamnya latihan, jadi capek. Harusnya pembagian kelompok dan penampilan diumumkan lebih awal,” sarannya.
Ketua DEMA berharap inovasi seperti Pensi bisa menjadi tradisi positif yang terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya, agar fakultas seimbang antara kegiatan akademik dan hiburan. Sementara Maftuh Fuadi berharap PBAK ke depan bisa semakin meriah, memberi kesan mendalam, dan menjadi ajang yang dinanti mahasiswa baru.

