Error scan QR absen pada aplikasi AMIRA UINSA Surabaya

Reporter: Mutmainnah dan Fatin Azmi Fauziyah
Editor: Thoriq Syauqillah

FORMA (21/02)- Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi menerapkan aplikasi AMIRA sebagai sistem absensi digital mahasiswa. Namun, kebijakan baru ini langsung disambut beragam keluhan terkait kendala sistem di lapangan serta kekhawatiran adanya celah manipulasi data kehadiran.

Fahri, salah satu mahasiswa semester 4 Program Studi Studi Agama-Agama  menyampaikan beberapa kekurangan dari sistem absensi yang saat ini digunakan.

“Kalau untuk barcode, kekurangannya banyak, kayak kita bisa foto barcode tersebut, kita bisa share di grup, sehingga anak anak yang nggak masuk itu berpotensi mendapatkan absen” ujarnya.

Fahri juga mengungkapkan bahwa  mekanisme pemindaian barcode belum sepenuhnya berjalan efektif dan justru berpotensi memperlambat proses awal perkuliahan.

“kalau tujuannya dari barcode tersebut adalah efisiensi waktu, tapi kenyataannya yang terjadi di lapangan malah absensi makin lambat. Karena ya gak semua device anak anak itu belum mumpuni untuk scan barcode” pungkasnya.

Kendala teknis tersebut ternyata juga dirasakan oleh tenaga pendidik. Muhammad Afdillah, salah satu dosen Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, menyadari adanya celah pada aplikasi AMIRA yang berisiko memicu praktik kecurangan.

“Bahwa prakteknya masih ada kekurangan sana sini itu, iya. Kami sendiri ketika sosialisasi AMIRA itu, ada lubang yang mungkin bisa dimainkan untuk mahasiswa.  barcode-nya bisa di-share, dan kemudian, yang gak masuk bisa saja untuk absen” ujar Afdillah.

Meski terdapat beberapa kendala teknis, Azzahra selaku Mahasiswa semester 2 Program Studi Studi Agama-Agama masih mengiringi dengan harapan agar pihak kampus segera melakukan evaluasi teknis demi kenyamanan bersama.

“Mungkin fitur scan barcode-nya bisa ditingkatkan agar bisa di-zoom dari jarak jauh. Jadi, mahasiswa tinggal duduk di kursinya masing-masing lalu melakukan pemindaian tanpa harus berkerumun di depan. Itu baru namanya efisiensi waktu,” ungkap Azzahra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *