Reporter : Hatman Roqfah dan Nurul Nabilah Salsabila
Editor: Fatwa Am ‘Azza
FORMA (04/01) — Pemilihan Raya (Pemira) Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat periode 2026–2027 mencatat peningkatan partisipasi mahasiswa, yang dipengaruhi oleh tingginya antusiasme pasangan calon dalam melakukan sosialisasi.
Berdasarkan data KOPURWADI pada periode sebelumnya, partisipasi mahasiswa pada Pemira 2025–2026 hanya mencapai 159 suara dan pada periode 2024–2025 tercatat 227 suara. Sementara itu, berdasarkan hasil nominasi panitia, jumlah pemilih pada Pemira tahun ini mencapai 978 suara.
Ahmad Ridwan, selaku Sekretaris Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menilai Pemira tahun ini berlangsung lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemira tahun ini terasa lebih hidup dan menegangkan karena persaingan calon Ketua DEMA dan HMP jauh lebih banyak dibandingkan tahun kemarin,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pada Pemira tahun sebelumnya, minimalnya kandidat membuat pemilihan Ketua DEMA hanya pada satu calon dan kotak kosong. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi mahasiswa serta meredupnya dinamika demokrasi di lingkungan kampus.
Berbeda dengan tahun ini, kehadiran lebih dari satu pasangan calon dinilai mampu membangkitkan kembali semangat demokrasi mahasiswa. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Muhammad Rendra Nasrullah, selaku calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam (HMP PPI).
“Mahasiswa yang sebelumnya apatis sekarang mulai aktif kembali. Suasananya jadi lebih seru. Kehadiran lebih dari satu pasangan calon membuat mahasiswa merasa lebih terlibat dalam proses demokrasi kampus,” ujar Nasrul.
Lebih lanjut, Panitia berharap peningkatan partisipasi mahasiswa pada Pemira kali ini dapat menjadi modal penting bagi kepengurusan DEMA dan HMP ke depan serta mampu dipertahankan pada pemilu selanjutnya guna memperkuat budaya demokrasi di lingkungan kampus.

