Menuhankan Ramalan

Setiap pergantian tahun beberapa orang yang bergelar peramal silih berganti bermunculan menawarkan diri untuk membaca laju kehidupan umat manusia selama satu tahun yang akan datang. Hal ini juga terjadi saat pergantian dari tahun 2017 menuju ke tahun 2018. Sialnya, ramalan yang diungkapkan untuk tahun 2018 rata-rata berisikan gambaran buruk. Jelas saja ini membuat orang awam merasa takut dan terancam. Ditambah ketika satu persatu ramalan tersebut bermunculan seakan membenarkan apa yang telah diungkap oleh mereka yang bergelar “peramal”. Beberapa peristiwa atau bencana yang terjadi seakan semakin memperkuat citra peramal dihadapan mereka yang menuhankan kalimat yang terlontar dari bibir mereka.
Tahun 2018 yang digadang-gadang sebagai tahun terburuk diera global dengan timbulnya beberapa masalah, seperti akan terjadinya perang dunia ke-3, jatuhnya perekonomian dan bencana alam seperti gempa bumi. Ramalan itu seakan dibenarkan setelah baru-baru ini terjadi gempa dahsyat yang mampu mengobrak-abrik jagat Indonesia seperti peristiwa gempa di Palu kemarin. Belum kering air mata Palu, beberapa fenomena alam kembali menimpa Indonesia di daerah lain.
Banyak yang menganggap adanya suatu peristiwa atau bencana merupakan sebuah peringatan untuk umat manusia agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, namun faktanya kejadian semacam itu masih bisa dijelaskan eksistensinya secara ilmiah oleh beberapa ilmuan dibidangnya. Seorang ilmuan ada yang pernah mengatakan bahwa adanya bencana gempa dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu karena melambatnya rotasi bumi pada tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, masih ada sebagian orang yang enggan bahkan acuh terhadap ilmu ilmiah seperti itu dan lebih memilih membenarkan apa yang telah diucapkan oleh para peramal yang ucapannya hanya akan menambah resah bagi para pendengarnya.
Meski begitu, maraknya ramalan buruk dan terjadinya beberapa bencana tersebut kadang disalah gunakan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab untuk gencar menyebarkan beberapa dalil-dalil berisi kebohongan yang meresahkan hati dan mengacaukan pikiran. Maka sudah selayaknya bagi kita untuk pintar-pintar menyaring apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat demi menghindari berita-berita hoax tersebut.
Sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menyebar kalimat positif untuk sedikit mengurangi keresahan tersebut dengan kembali menengok kepada fakta bahwa sejatinya Indonesia ini merupakan salah satu negara dengan potensi bencana terbesar di dunia. Belum lagi fakta bahwa di Indonesia sendiri terdapat banyak gunung berapi yang tergolong aktif yang dapat menjadi salah satu pemicu bencana atau lebih tepatnya fenomena alam.
Berusaha selalu bersikap bijak ditengah isu ramalan dan juga maraknya bencana di neger Indonesia merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menghadapi situasi ini. Meski beberapa ramalan itu nampak benar adanya, alangkah baiknya apabila kita selaku umat manusia yang memiliki agama selalu berpikir positif dan menjadikan setiap peristiwa sebagai sarana pendekatan diri kepada Tuhan. Hindari penyebaran berita hoax dan persiapkan diri untuk menghadapi setiap peristiwa yang akan terjadi dikemudian hari. berhenti menuhankan ramalan dan mulai berpikir rasional meski semua fakta seakan membenarkan sebuah bualan.
Asy_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *