Penulis: Vahrel Nadhif Asy Syauqy
Berlari di jalan yang tak pernah ramah
Jatuh berkali-kali dan bangun untuk kesekian kalinya
Tuhan, aku telah berusaha sampai lupa cara mengeluh
Namun kemanakah doaku yang penuh harapan dan air mata
Lelah ini perlahan meredupkan cahaya
Harapan yang kunanti tak kunjung nyata
Namun sosok kecil dalam hati terus berkata
“Bertahanlah, perjuanganmu tak boleh sia-sia.”
“Jika bukan untukku, biarlah semua kan berlalu.”
Bisik kecewa yang berdebat dalam jiwa nan semu
Sosok Kecil kembali menjawab, “jangan menyerah dulu.”
Sebab yang benar untukmu, akan kembali padamu
Jangan mudah menyerah meski langkah terasa luka
Pelangi pun tak hadir tanpa badai yang menyapa
Kini hanya sedang menanti secercah harapan yang nyata
Dan kelak semesta

