Mahasiswa KPI UINSA peringati Hari Pahlawan dengan Aksi Donor Darah dan Konser Amal

Penampilan live music di acara donor darah dan konser amal KPI

Forma (24/11)-Kamis (21/11) lalu, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar acara donor darah dan konser amal bertajuk “With KPI: You Give, We Take, They Live”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Gedung B Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)

Acara tersebut digelar masih untuk memeringati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Selain untuk memeringati Hari Pahlawan, acara ini digelar sebagai salah satu syarat wajib yang harus ditempuh mahasiswa KPI semester 5 sebagai praktik mata kuliah Manajemen Event yang diampu oleh Syarif Toyib.

Dalam acara donor darah yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Mojokerto ini berhasil mengantongi 29 kantong darah partisipan. “Alhamdulillah, ada banyak sekali partisipan, kira-kira lebih dari 50 partisipan dan yang diterima oleh pihak PMI sekitar 29 Kantong darah,” tutur Thifl selaku Panitia.

Acara yang digelar oleh para mahasiswa KPI semester 5 ini mendapat respons positif dari Abdul Syakur, selaku Kaprodi KPI, “Saya salut dengan panitia yang sudah mengadakan acara ini, akan lebih baik jika kegiatan seperti ini sering dilakukan. Karena selain akan mendapat pengetahuan baru dan teori, mahasiswa juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya saat memberikan sambutan dalam acara ini.

Selain donor darah, acara ini juga dimeriahkan dengan konser amal berupa penampilan live music band dari luar dan dalam kampus, diantaranya ialah Samarata Band, Red Band, dan Kirana’s N Friend’s, serta ada stand up comedy, dan teatrikal monolog yang dipersembahkan khusus dari pihak panitia.

Walau berhasil menarik banyak partisipan, acara ini juga sempat dihadapkan dengan kendala pemadaman listrik dari PLN ULP Rungkut, UP3 Surabaya Selatan. Menurut Zulfa, selaku panitia acara ini, adanya pemadaman ini cukup menyulitkan pihak panitia dan menggangu jalannya acara.

“Sebenernya sangat disayangkan, masih banyak partisipan yang ingin mendonor tapi kami terpaksa menghentikannya karena adanya pemadaman listrik ini,” papar Zulfa saat diwawancarai. (shaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *