Reporter:Vahrel Nadhif Asy Syauqy dan Achmad Riffat Chalimi
Editor: Ahmad Jassir Arkaan

FORMA (04/05) — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Forma kembali menggelar seminar Forma Tulis Festival (Fortufest) edisi kedua di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (30/04). Seminar tersebut mengusung tema besar “Jurnalisme Digital dalam Lanskap Disrupsi Narasi: Krisis Orientasi Sosial dan Strategi Perlawanan Wacana” sebagai upaya merespons banjir informasi di media sosial.

Rangga Prasetya Aji Widodo, salah satu pemateri seminar, menekankan bahwa tema ini lahir dari realitas media sosial yang kini dipenuhi konten hoaks di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok. Menurutnya, kemampuan membedakan fakta dan fabrikasi adalah kompetensi yang wajib dimiliki anggota LPM karena hal tersebut sering kali tidak dikuasai masyarakat umum.

“Penting bagi teman-teman LPM untuk melakukan cek validitas informasi. Saya berharap teman-teman tidak berhenti belajar di tingkat dasar saja. Kembangkan rasa ingin tahu pada bidang spesifik seperti jurnalisme data, jurnalisme lingkungan, jurnalisme investigasi, hingga teknik OSINT dan FIMI-DIMI,” ujar Rangga.

Ia juga menambahkan bahwa diskusi intensif mengenai isu-isu tersebut akan meningkatkan kualitas liputan mahasiswa agar layak bersaing dengan media lokal maupun media alternatif di Surabaya.

Senada dengan hal tersebut, Chalisa Meutia Aqila Putri, salah satu peserta seminar dari Universitas Negeri Malang, mengakui relevansi tema ini.

“Di masa kini, perkembangan teknologi sangat cepat, namun jarang sekali ada kegiatan yang mengangkat lanskap jurnalisme digital sedalam ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Pelaksana Fortufest 2026, M. Thariq Syauqillah, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut berangkat dari keresahan terhadap banyaknya informasi yang beredar di era digital. Menurutnya, derasnya arus berita kerap membuat masyarakat kebingungan dalam memilah informasi yang benar.

“Sekarang itu banyak banget berita yang bertebaran, sampai kita bingung gimana cara memilih mana yang benar. Apalagi di dunia digital lagi marak juga penggunaan AI, jadi dari situ muncul keresahan untuk mengangkat tema ini,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kualitas jurnalisme mahasiswa ke depan.

“Semoga ke depannya teman-teman makin kompak dan bisa membuat acara yang lebih sukses lagi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *