Penulis : Syauqi Royyan

Editor: Imdi Fahma

Musim semi datang. Langkahnya ringan,
mengalir di antara manusia yang mengitarinya.

Namun di balik riang yang berpendar, ia menyimpan senja di lipatan dadanya yang sunyi
Ia memang tersenyum.
Namun, dibalik itu tirai maya menutupi lukanya.

Aku berdiri di sampingnya sebagai jeda,
Bukan sebagai arah.
Hanya menjadi tempat teduh,
Saat jiwanya lelah dan dibasahi dunia.

Kudidik langkahnya pelan yang tidak berbunyi, Kubimbing jatuhnya tanpa menjadikannya kecil.
Aku menjaga martabat yang ada pada jiwanya.

Jika kelak ia terbang, biarlah langit yang memeluknya.
Aku akan tinggal sebagai arah pulang, sebagai sunyi yang setia, sebagai doa yang tak pernah meminta disebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *