Reporter: Nafa Kamaliyah dan Wafiq Azizah

Editor: Akmelia Rabbani

Forma (8/5)- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan Simposium keilmuan nasional pada Kamis, 08 Mei 2025, di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai universitas di Jawa Timur dan dilaksanakan tanpa biaya pendaftaran.

Rayhan Ramadhan selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa strategi utama mereka adalah menyajikan topik yang benar-benar segar dan belum pernah diangkat sebelumnya.

“Tema simposium ini belum pernah dibahas di kampus lain. Kita juga targetin acara ini bisa jadi pemantik semangat mahasiswa buat lebih dalam ngulik ilmu hadis,” ujarnya.

Dari segi teknis, acara ini berlangsung dengan cukup lancar. Meskipun sempat muncul anggapan mengenai keterlambatan waktu, panitia menegaskan bahwa acara dimulai sesuai dengan jadwal yang tercantum pada pamflet.

Saffana Nabila, salah satu peserta dari Prodi Ilmu Hadis, menyampaikan kesannya.

“Dari awal masuk udah disambut panitia, dikasih konsumsi, diarahin ketempat duduk. Panitianya rapi banget. Materinya juga keren, saya juga makin paham urgensi di era sekarang,” ujarnya.

Peserta dari luar program studi juga mengungkapkan hal serupa.

“Saya dari prodi lain, awalnya cuma ikut karena teman membagikan pamflet. Tapi ternyata bermanfaat banget. Ilmunya dapat, tempatnya nyaman, dan acaranya gratis,” ujarnya.

Ketua Umum HMPS ILHA, Muhammad Arkan, turut memberi tanggapan atas terlaksananya simposium keilmuan nasional tersebut. Ia mengungkapkan adanya sedikit kendala dalam rowndon acara.

Di rundown acara  tercantum selesai pukul 13.00, tapi dalam nota dinas pengalihan matkul sampai pukul 16.00. maka dari itu, saya buat  sistem manajemen yang jelas agar setiap panitia bekerja maksimal sesuai tugas masing-masing,” ujarnya.

Terkait pendanaan, ia menjelaskan bahwa dukungan sponsor memungkinkan acara ini diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta.

“ILHA dapat 6 sponsor, alhamdulillah pendanaan aman. Sponsor memberikan fresh money, jadi kita berani saja menggelar event tanpa HTM,” paparnya.

Ia juga berharap HMPS ILHA semakin dikenal dan mampu menjangkau lebih luas kedepannya.

“Kami mengundang  universitas se-Jawa Timur seperti UIN Malang, IAIN Madura, IAIN Kediri, dan lainnya. Ini menjadi bukti bahwa ILHA mampu memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan kajian ilmu hadis secara lebih luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *