Reporter: Imron Amirullah dan dan Mohammad Mutsaqqof Marzuqi
Editor: Imdi Fahma

(Forma- 23/26) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar seminar internasional bertajuk “Muslim-Christian Relations in Contemporary Society: A Socio-religious Perspective” di Aula Gedung FEBI, Rabu (22/4) pagi.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Dr. Richard McCallum dari Oxford University sebagai pemateri utama. Seminar yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh mahasiswa, khususnya dari program studi Studi Agama-Agama (SAA), serta sejumlah akademisi.

Dalam paparannya, McCallum menyebut Indonesia memiliki keistimewaan dalam hubungan antarumat beragama, terutama antara Muslim dan Kristen. Menurutnya, masyarakat Indonesia konsisten membawa nilai positif dalam hubungan lintas agama dan ras. Hal ini dinilai tidak lepas dari konsep Pancasila yang unik dan belum tentu dimiliki negara lain.

“Saya belum pernah melihat masyarakat lain dengan populasi Muslim dan Kristen sebesar ini yang berupaya hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Terkait isu ketakutan antarumat beragama atau Islamofobia, McCallum berpendapat bahwa fenomena tersebut sering muncul akibat kurangnya interaksi. Ia menekankan pentingnya ruang bagi pemeluk agama yang berbeda untuk saling belajar, berinteraksi, dan bertukar informasi secara terbuka.

Seminar ini berlangsung dinamis dengan diskusi aktif antara peserta dan narasumber. Melalui agenda ini, FUF UINSA berharap dapat memperkuat pemahaman peserta dalam mendorong dialog antaragama demi keberlangsungan hidup masyarakat modern yang harmonis.

Sejalan dengan kegiatan ini Marlin, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa seminar ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa. “Seminar ini membawa perspektif baru. Saya berharap setelah ini kita bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang disampaikan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pola pikir yang tepat sangat krusial dalam menghadapi kondisi bangsa yang majemuk. “Dengan pola pikir yang tepat, akan sangat memudahkan kita untuk mengakomodasi keberagaman tersebut,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *