fucking Margo Mistress

8Reporter: Vahrel Nadhif Asy Syauqy dan Muthmainnah
Editor: Ahmad Jasir Arkaan

FORMA (28/01) — Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengadakan konferensi internasional berkolaborasi dengan Universiti Malaya pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai tiga Gedung Rektorat UINSA Surabaya.

Konferensi internasional ini mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Studi Aqidah dan Filsafat Islam pada Era Kontemporer”. Tema tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi Departemen maupun Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, khususnya terkait persoalan eksistensi di tengah perkembangan pemikiran Islam kontemporer.

Andi Suwarko selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FUF menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi program studi tersebut adalah menurunnya minat mahasiswa.

“Keberadaan departemen atau prodi ini, khususnya di Indonesia, dalam tanda petik peminatnya grafiknya menurun,” ujarnya.

Penyelenggaraan konferensi ini juga disebabkan oleh kendala teknis berupa perubahan jadwal kegiatan. Pergeseran tersebut terjadi atas permintaan pihak Universiti Malaya agar acara dipercepat dan selesai pada pukul 14.20 WIB.

“Informasi pergeseran jadwal saya terima melalui grup WhatsApp  Pihak Universiti Malaya meminta agar acara dipercepat karena pada pukul 15.30 mereka harus menghadiri undangan Gubernur Jawa Timur,” jelas Andi.

Menyanggapi hal tersebut, Nayaka, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, menilai pengelolaan teknis acara masih perlu dibenahi.

“Masalah utamanya ada pada waktu pengelolaan. Pengumuman perubahan jadwal baru disampaikan pada pagi hari saat hari-H, padahal ini acara internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Farida, salah satu perwakilan panitia, menyebut perubahan jadwal tidak menjadi kendala besar meski berdampak pada kesiapan panitia.

“Tidak keberatan, hanya beberapa saja panitia terlambat karena macet sehingga persiapan kurang maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Suwarko berharap konferensi internasional ini dapat mendorong iklim akademik yang lebih produktif di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

“Harapannya atmosfer akreditasi prodi dan fakultas semakin subur, serta semakin banyak mahasiswa yang aktif membaca makalah karena hal itu akan berdampak positif pada akreditasi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *