Penulis: Nabila Khusna

 

Semesta, tugas apa yang belum aku selesaikan?

Masihkah ada waktu untuk menyelesaikannya?

Sebab pundakku mulai berat oleh beban yang kian menekan,

Dan langkahku pun kian linglung menanggung segalanya.

 

Aku berjalan di antara riuh yang tak kunjung reda,

Mengejar bayang-bayang di atas tanah yang gersang.

Menyusun kepingan mimpi yang sering kali berbeda,

Hingga lupa bagaimana cara untuk pulang dengan tenang.

 

Pena di genggaman pun mulai kehilangan tintanya,

Menuliskan keluh yang terselip di sela tawa yang palsu.

Duniaku seolah berputar tanpa tahu di mana ujungnya,

Meninggalkan raga yang tertatih dalam balutan bisu.

 

Adakah jeda di antara detik jam yang terus memburu?

Memberiku ruang untuk sekadar menarik napas panjang.

Menyeka peluh yang mengering di kening yang kian layu,

Sebelum cahaya di ufuk barat benar-benar hilang.

 

Biarkan aku bersandar sejenak pada sunyi yang kian pekat,

Melepaskan segala ambisi yang selama ini mengikat erat.

Jika memang tugas ini adalah takdir yang paling melekat,

Semoga hati ini cukup tabah untuk tak menyerah pada berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *