Reporter: Nafila Bachmid dan Imron Amirullah
Editor: Dennia Shinenauky Niza
FORMA (31/03) – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (DEMA FUF) Universitas Islam Negri Sunan Ampel (UINSA) menyelenggarakan kegiatan Upgrading Leadership Kabinet Perunggu pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula Gedung B3 FUF. Kegiatan ini mengusung tema “Perunggu Leadership: Membangun Kepemimpinan Kolektif dan Organisasi Berdampak” serta terbuka untuk seluruh mahasiswa UINSA. Muhammad Hengki Fernando, selaku Gubernur DEMA FUF menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan semangat pengurus pasca libur serta meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam organisasi. “Biasanya setelah liburan, semangat teman-teman agak menurun. Maka melalui upgrading ini, kami ingin menguatkan kembali semangat tersebut, sekaligus mendorong agar organisasi tidak terkesan elitis dan bisa merangkul lebih banyak mahasiswa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun partisipasi mahasiswa secara lebih luas. “Output yang diharapkan adalah pengurus mampu menjadi penggerak atau penggembala yang bisa mengajak mahasiswa lain untuk ikut berproses dalam organisasi,” tambahnya. Moch. Fayyadhul Maula, selaku pemateri sesi pertama menyampaikan pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam organisasi. Menurutnya, kenyamanan anggota menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang solid. “Ketika anggota merasa nyaman dan dihargai, mereka akan berkontribusi secara total. Maka penting adanya apresiasi, ruang untuk berkembang, serta keberanian untuk belajar dari kesalahan,” jelasnya. Sementara itu, Moch. shybutseductive26 nude pics Ali Mutawakkil, selaku pemateri sesi kedua membahas karakteristik kepemimpinan yang ideal serta pentingnya membangun kedekatan emosional antar anggota. “Pemimpin itu harus hadir secara nyata, mengenal anggotanya secara personal, bahkan sampai mengunjungi mereka. Dari situ akan terbangun bonding yang kuat. Ketika hubungan sudah terjalin secara emosional, maka loyalitas anggota juga akan terbentuk,” ungkapnya. Salah satu peserta, Muhammad Hidayat Ramadhan, mahasiswa semester 4 mengaku bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk diadakan secara berkelanjutan dan tidak hanya terbatas bagi pengurus organisasi. “Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat perlu dan sebaiknya tidak hanya untuk pengurus organisasi, tetapi juga terbuka lebih luas bagi seluruh mahasiswa agar semua bisa belajar menjadi pemimpin,” tambahnya. Ia berharap kegiatan serupa ke depannya dapat diselenggarakan pada waktu yang tidak berbenturan dengan jadwal perkuliahan agar lebih banyak mahasiswa dapat berpartisipasi.

