Mahasiswa & DEMA FUF UINSA berfoto bersama membentangkan spanduk 900 Kali Berdiri Pelanggar HAM Harus Diadili di Aksi Kamisan Surabaya.

Reporter: Yuli Nasanti

Editor: Fatwa Am ‘Azza KD

FORMA (06/03) – Dewan Eksekutif Mahasiswa Ushuluddin dan Filsafat (DEMA FUF) mengikuti Aksi Kamisan ke-900 yang digelar di Taman Apsari, Surabaya, Kamis 5 Maret 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan penyelesaian berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Aksi yang digelar di depan Gedung Grahadi tersebut diikuti mulai dari aktivis HAM, mahasiswa, hingga komunitas sipil. Para peserta membawa payung hitam dan poster tuntutan sebagai simbol perlawanan terhadap kasus pelanggaran HAM.

Hengky Fernando selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (DEMA FUF) menjelaskan bahwa keterlibatan Mahasiswa dalam aksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap perjuangan korban pelanggaran HAM.

“Kita harus merawat perjuangan ini agar kesadaran terhadap Aksi Kamisan tetap terjaga,” ujar Hengky.

Menurutnya, momentum Aksi Kamisan ke-900 dimanfaatkan DEMA FUF untuk mengajak lebih banyak mahasiswa Ushuluddin terlibat dalam isu-isu kemanusiaan. Dalam aksi tersebut Tim Aksi Kamisan juga menghadirkan kolaborasi dengan Tim Hindia Surabaya yang turut memeriahkan kegiatan.

“Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengajak teman-teman mengikuti Aksi Kamisan. Kolaborasi dengan Hindia juga menjadi momen tersendiri bagi warga Ushuluddin, karena banyak mahasiswa yang menggemari karya-karya Hindia,” ungkapnya.

Namun, dalam proses persiapan sempat terjadi miskomunikasi antara DEMA FUF dan Tim Aksi Kamisan Surabaya. Awalnya DEMA FUF berencana melakukan kolaborasi resmi dengan penyelenggara aksi. Setelah informasi tersebut diunggah, muncul klarifikasi bahwa Aksi Kamisan bersifat terbuka dan tidak memerlukan kolaborasi resmi sehingga siapa pun dapat hadir.

“Aksi Kamisan terbuka untuk siapa saja. Sedangkan pendaftaran dan biaya tersebut untuk keperluan berbuka puasa bersama, bukan untuk mengikuti aksi,” jelasnya.

Salah satu peserta aksi, Naufal Abiyan, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut meski baru pertama kali hadir dalam Aksi Kamisan.

“Saya merasa tertarik dan ini pertama kali saya mengikuti Aksi Kamisan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirjen Aksi dan Propaganda DEMA FUF, Vahrel Nadhif Asy Asyauqy, berharap keterlibatan DEMA FUF dalam Aksi Kamisan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia.

“Mulai sekarang kita harus memahami berbagai kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di negara ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi dalam aksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu keadilan dan kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *