Kategori : Sosial

Feminisme: Dominan Atau Sepadan?

Oleh: Bara*) Feminisme, mungkin kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata itu. Feminisme berasal dari kata feminis yang diambil dari bahasa latin yaitu Femina yang artinya perempuan, dan Feminis adalah orang yang menginginkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian diberi imbuhan “Isme” yang akhirnya menjadi sebuah pemikiran atau ideologi. Feminisme pertama kali lahir

Menuhankan Ramalan

Setiap pergantian tahun beberapa orang yang bergelar peramal silih berganti bermunculan menawarkan diri untuk membaca laju kehidupan umat manusia selama satu tahun yang akan datang. Hal ini juga terjadi saat pergantian dari tahun 2017 menuju ke tahun 2018. Sialnya, ramalan yang diungkapkan untuk tahun 2018 rata-rata berisikan gambaran buruk. Jelas saja ini membuat orang awam

Diskriminasi Melunjak, Rakyat Miskin Tertindas

Sumber : google Rakyat merupakan bagian terpenting dari pemerintahan dalam suatu negara. Rakyat terdiri dari beberapa orang yang mempunyai ideologi yang sama dan tinggal di daerah atau pemerintahan yang sama dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Rakyat sangat berperan penting dalam keutuhan NKRI. Tanpa adanya rakyat, negara tidak bisa kokoh berdiri. Sebab, rakyatlah yang membuat

BERHARAP KESURUPAN ARWAHNYA WAHIB

    sumber: Google “Walaupun kita mengatakan diri kita sebagai penganut Islam, belum tentu pikiran kita telah berjalan sesuai Islam — …Tuhan tidak membatasi, dan Tuhan akan bangga dengan otak saya yang selalu bertanya tentang Dia” Ahmad Wahib (1942-1973), Pemikir Islam Revolusioner dan Kontroversial Secoret celoteh yang menghadirkan jutaan abjad. Satu-satunya tempat paling bebas di alam

MAHASISWA: ANTARA INDEPENDENSI TINDAKAN DAN “NYERI” KEPATUHAN

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda” ~ Tan Malaka ~ Sejarah mencatat, pemuda adalah golongan penting dalam perjalanan Bangsa Indonesia.  Pemuda, yang sebagian dipanggil mahasiswa, tampil sebagai aktor utama revolusioner, setidaknya itu yang terjadi sejak tahun 1928, Genees-kundige Hoogeschool memiliki mahasiswa yang bergerak di bidang politik dengan visi mempersatukan pribumi kepulauan, menjadi satu

HENTIKAN

          Oleh: Akary Takbirmu terlantun keras dalam hati kau isyaratkan kami dengan aksi bunuh diri ikrarmu pada sebuah institusi organisasi hanya mengebiri terhadap jutaan harapan di negeri ini Kami memang tak terlalu mengerti apa yang kau inginkan kau beli surga dengan kematian yang kau katakan syahid kau salahkan kami karena tak

Adzan dan Kidung

Oleh: Salman Alfarizy/ Mahasiswa UIN Sunan Ampel Tidak sedikit dari sekian banyak orang memahami agama tidak memiliki implikasi dengan budaya. Jikalau ada, tidak sedikit pula yang salah memahami mana kategori ranah agama dan budaya. Padahal, ketika membincang agama, mengikuti Emile Durkheim, setidaknya ada dua hal aspek dimensi yang bisa dijadikan lokus pembahasan. Pertama, agama ditilik

Genealogi Dua Model Pendidikan

Barang kali, ada dua postulat yang menjadi akar genealogi pendidikan. Keduanya diambil dari sifat alamiah manusia. Pertama, sifat dominasi, kerakusan dan ketamakan. Sifat ini kemudian menjelma menjadi model pendidikan kompetitif yang berkonotasi kepada peng-iya-an terhadap kapitalisme. Model pendidikan ini menumbuhkan semangat maupun legitimasi kapitalisme yang berorientasi kepada individualisme dan materialisme. Lebih lanjut, model pendidikan bersistemkan

OBAT PENANGKAL HOAX

Oleh : Halimah/ Mahasiswa Tasawwuf dan Psikoterapi, FUF        Akhir-akhir ini seringkali kita temui berbagai informasi bohong, terutama di media sosial. Informasi bohong ini biasanya dikenal dengan sebutan berita hoax. Barangkali kita sering mendengar istilah hoax dan bahkan bisa dipastikan kita juga pernah mengkonsumsi berita hoax. Dalam hal ini tidak  terlepas dari kaitannya

SEJAK SAJAK MELAWAN KAWAN

Karya: Citra*   Kenapa ia hilang bersama kawan Jangan tanya, ia hanya bersembunyi dibalik tawa Kenapa ia pudar seperti tak pernah ada Jangan tanya, ia hanya diam karna tak ada lagi perlawanan   Buku-buku tak pernah tercipta, kalian kemana Jangan tanya, kami hanya bersenandung ria dengan dunia Dongeng mereka tak pernah lagi bersuara, ada apa