Kategori : Puisi

  WONDER WOMAN DI TANAH PERTIWI

By: Mufidah*   Ketika kabut kegelapan menghampar dibumi pertiwi yang terlihat hanya gelap gulit tanpa ada fajar pagi yang ada hanya gelapnya malam disitulah ribuan wanita hanya bisa menangis Tanpa bisa berbuat dan berkata Hanya diam dan pasrah, dan tak tau harus berbuat apa menerima kodratnya sebagai wanita bagaikan kilat yang meneliti,  heningnya malam adakah

SEJAK SAJAK MELAWAN KAWAN

Karya: Citra*   Kenapa ia hilang bersama kawan Jangan tanya, ia hanya bersembunyi dibalik tawa Kenapa ia pudar seperti tak pernah ada Jangan tanya, ia hanya diam karna tak ada lagi perlawanan   Buku-buku tak pernah tercipta, kalian kemana Jangan tanya, kami hanya bersenandung ria dengan dunia Dongeng mereka tak pernah lagi bersuara, ada apa

WAKIL INGIN BENAR

Sebuah Puisi karya Akary*) Kudengar riuh gaduh negara kesatuan pada segelintir orang yang mengaku wakil kebenaran mereka hadir diantara para tuan berdasi, dan bergincu yang menyilaukan kata-katanya bak sabda yang selalu benar tapi tak ayalnya mereka hanya membuat onar Kali ini mereka berdiri dengan pongah sederetan gigi taringnya berseringai cakar tajamnya membawa kepala petani; yang baru

Pejuang Abadi-ku

    Pejuang Abadi-ku Oleh: Ajilni Ilmi    Meratap dengan segala rasa Bukan pacuan untuknya berhenti Antah barantah sudah menjadi tempat saingan rindu Mengupas segala solusi dalam jiwa, lalu menepi tanpa keraguan Meniti bahkan mencuri dalam patri Bukan sekedar mengelus secuil batin, namun sunyinya pun sedang menyatu Mengangalah segala keperluan kasih sayangnya Terkadang penuh dan