Kategori : Pendidikan

Feminisme: Dominan Atau Sepadan?

Oleh: Bara*) Feminisme, mungkin kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata itu. Feminisme berasal dari kata feminis yang diambil dari bahasa latin yaitu Femina yang artinya perempuan, dan Feminis adalah orang yang menginginkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian diberi imbuhan “Isme” yang akhirnya menjadi sebuah pemikiran atau ideologi. Feminisme pertama kali lahir

MUHAMMAD NAILUL MUNA, ‘THE SPECIAL ONE’ DARI TANAH GUDEG

Forma- Senin, 25 Februari 2019 Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Hadis mengadakan presentasi terbuka Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang menjadi salah satu cabang lomba Gebyar Kreativitas 2019 (Great ’19) . Acara yang bertema “Relevansi Hadis dalam Menciptakan Indonesia Emas 2045”  diselenggarakan di gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya. Lomba ini diikuti oleh 14

Berpikir Kritis di Kalangan Mahasiswa

Setelah tamat dari sekolah atau lembaga pendidikan lainnya dan tekun pada profesi masing-masing bukan berarti kita berhenti untuk belajar. Banyak pembelajaran di luar sana yang tidak diajarkan di sekolah dan menarik untuk dipelajari seusai tamat sekolah yaitu berpikir kritis. Definisi berpikir kritis sendiri menurut para ahli yang telah disimpulkan adalah berpikir pada sebuah level yang

Melihat Dampak Pembelajaran Berbasis Online

  Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru atau dosen dengan siswa atau mahasiswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Dalam proses pembelajaran, guru atau dosen dengan siswa atau mahasiswa merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai tujuan belajar harus ada hubungan timbal balik yang

PENDIDIKAN HANYALAH SEBUAH IDENTITAS SOSIAL SESEORANG

 Sumber: Google Oleh: Alda Nihayatul A Berbicara mengenai pendidikan, apalagi di zaman yang oleh sebagian besar orang dijuluki sebagai abad milenial, tentunya telah disadari oleh seluruh manusia dilapisan manapun tentang betapa pentingnya peran pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak,

MASIH MEMPERTANYAKAN BUKU GENGGAMAN

  Era globalisasi adalah era dimana manusia dapat dengan mudah menggali informasi. Bahkan di era ini muncul adanya peningkatan-peningkatan dalam aspek tertentu. Apalagi di tahun 2018 ini masyarakat suka dengan hal-hal yang berbau awalan e-. Mulai dari e-KTP, e-MONEY, e-BANKING dan sebagainya. Dalam dunia pendidikan atau bahkan non pendidikan sekalipun buku adalah suatu konsumsi wajib

BIDIKMISI JEMBATAN BAGI MAHASISWA YANG BERKEKURANGAN

Sumber: Google Forma-16 November 2018, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali membuka Program Bidikmisi sejak bulan September. Bidikmisi adalah singkatan dari Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi. Tiap tahunnya, Bagian Akademik pusat menyiapkan ratusan kuota Bidikmisi. Dalam tahun 2018 ini, yang mendaftar ± 500 Mahasiswa ,yang tervertivikasi untuk disurvey 270 sedangkan yang menerima bidik misi

Perihal Mahasiswa Zaman now dan Masalahnya

sumber: Google Mahasiswa Zaman now sungguh aneh. Mengapa di bilang aneh, karna mahasiswa zaman now yang di tanyakan habis kuliah mau apa? kerja di mana? karena pertanyaannya itu bahkan jarang yang mempertanyakan, jarang yang Tanya  materinya apa, saya harus menguasai apa pokoknya kuliah yang penting absen. Kalau pengen nilai yang bagus ya duduk paling depan biar

Mahasiswa dan Minat Baca

  sumber: Google   Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca berdasarkan riset yang dilakukan oleh Studi Most Littered Nation in the World 2016. Angka ini menunjukkan betapa sangat rendahnya minat baca masyarakat Indonesia dibandingkn negara-negara lain. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ini diamini oleh Perpustakaan Nasional, dari data yang mereka

Krisis Gencar Baca, Mahasiswa Bisa Fatal

  sumber: google   “Buku, jembatan ilmu,” “membaca, membuka jendela dunia.”  Itulah deretan motivasi yang tersemat dalam konteks kegiatan membaca buku. Tiada di pungkiri jika ternyata banyak negara yang mempercayainya, termasuk Indonesia. Indonesia yang kurang lebih 260 juta penduduk memiliki problematika dalam kegiatan gemar baca. Memprihatinkan memang, dengan embel-embel membaca membuka jendela dunia, minat baca