Kategori : Essai

Sains dan Agama.

“Sains jelas paham seorang akan mati kekurangn oksigen jika lehernya diikat kuat-kuat, tetapi sains tak akan mengerti kenapa seorang tidak boleh melakukan itu terhadap orang yang lain. Di situlah agama berperan.” Ada sebuah pernyataan dari seorang pemuka agama yang menggelikan akal sehat. Pernyataan tersebut memuat kedangkalan dan kecerobohan mentakwil ayat suci agama, tentunya hal tersebut

Kuda Troya De-Dolarisasi

Belum genap membuka mata, saya melihat gadget keluaran Korea berkedip. Ternyata ada sebuah notice dari kekasih setia selain dirinya, ia selalu menemani kegabutan hingga kejenuhan mengisi hari-hari saat libur kuliah. Dengan segenap tenaga saya membuka gadget tersebut, dan saat itu juga mata saya terbelalak. Hal ini bukan lantaran saya mendapat pesan ‘putus’ dari pacar saya,

Agama Bukan Batas

Oleh; Muhammad Lutfi Khilmi ​Dewasa ini toleransi seolah menjadi parameter akan keluwesan seseorang dalam beragama, entah dari segi praktik mapun pengamalannya terhadap fenomena-fenomena keAgamaan yang akhir-akhir ini kerap menyelimuti negara ini. Didasari dari konflik politik, sosial, dan lain sebagainya yang semuanya mengatas namakan Agama, kita seperti diuji seberapa siap dan kuatnya jiwa toleransi kita untuk

KEJAHATAN SKEPTIS SEBAGAI ISME

Oleh: lux Skeptis secara sederhana berarti meragukan atau menyangsikan. Sedangkan dalam KBBI, lebih jauh, skeptis memiliki arti kurang percaya, ragu terhadap ajaran, yang bisa saja disebabkan oleh penderitaan atau pengalaman. Secara lengkap skeptis memiliki pengertian sikap mempertanyakan segala sesuatu, meragukan segala bentuk informasi yang diterima, serta mewaspadai segala hal, baik yang sudah pasti maupun yang

Membaca Nabi dari Kiri

Beberapa dekade terakhir, term Kiri dalam berbagai ruang-ruang yang menjadi komponen birokrasi pemerintah dianggap sebagai  instrumen pergerakan yang wajib dibumihangsukan dari muka bumi. Seolah-olah istilah Kiri adalah iblis yang menjadi musuh besarnya umat manusia. Padahal, Kiri merupakan konsep anti-kemapanan; menolak adanya sebuah tatanan baku dengan ide-ide yang berciri-ciri khas revolusioner dan reaksioner. Kiri adalah aktif,

Apakah Cinta Itu?

Apabila ada seseorang yang menanyakan padamu, “Apakah cinta itu?.” Bagaimana kamu akan menjelaskan makna cinta? Secara spontan dalam pikiranmu pasti terbesit bahwa cinta ialah cinta diantara dua pasang kekasih yang saling mencintai. Sebagian besar pikiran kita memang dibentuk berpikir begitu. Terkadang kamu masih kesulitan dalam menguraikan makna cinta. Pernahkah kalian menonton film Ketika Cinta Bertasbih

Putra Indonesia Kembali Bermain

Oleh: Aldi Tepat pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019, ada sebuah pemandangan tak asing yang dapat mengejutkan mata masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, beberapa waktu lalu terjadi sebuah rivalitas dalam pemilihan Presiden Indonesia antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Yang kemudian menjadi pemenang adalah Joko Widodo sebagai pemegang suara terbanyak dari rakyat dan selanjutnya dilantik

Pecinta Selawat atau Pecinta Pelantun Selawat?

Beberapa tahun terakhir ini, di Indonesia timbul suatu majelis selain majelis zikir dan dakwah. Majelis ini dibentuk sebagai sarana para ulama untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia lebih mencintai Rasulullah, namanya majelis selawat. Pada dasarnya, di negara kita ini membaca puji-pujian kepada Rasulullah bukanlah hal yang baru. Tradisi ini sudah lama berkembang di kalangan masyarakat setempat.

Pemuda Simbol Kemajuan dan Perdamaian Bangsa

    “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” Kutipan quotes dari Ir. Soekarno di atas sudah bukan menjadi hal yang tabu di telinga kita. Pemuda dalam hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan dan nasib suatu bangsa. Salah satu tonggak kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sumpah pemuda. Tepat sembilan puluh satu

Ketika Gaul Tidak pada Tempatnya

Oleh: Sibghoo_ “Anak muda itu harus gaul” – Sering kali saya mendengar kalimat itu diucapkan oleh anak muda di era modern. Bahkan di kalangan bocah SD-pun sudah biasa dilakukan. Bukan lagi hal yang aneh ketika masyarakat, khususnya anak muda melabelkan dirinya sebagai ‘anak yang gaul’. Yang aneh itu ketika gaulnya bukan pada tempatnya. Gaul itu