Kategori : Esai

Dukun Itu Sales-nya Setan

Penulis: Zamzam Qodri   Di malam 9 April, tepatnya di warung kopi bernama Latanza, aku dan temanku sedang menikmati manisnya susu coklat dan Chocolatos. Di situlah kita mendapat materi perkuliahan oleh semesta. Entahlah apa materinya itu, namun yang bisa aku ambil hikmahnya adalah soal persamaan dukun dengan sales. Semesta memberikan stimulus pikiran kepada temanku untuk

Mahasiswa yang Kehilangan Iman Kemahasiswaannya

Penulis: Zamzam Qodri Entah mengapa, aku ingin menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan mahasiswa. Ya, meskipun tulisanku ini tidak mencerminkan tulisan mahasiswa pada umumnya. Dan anehnya lagi, di kepalaku sempat terbesit bahwa mahasiswa adalah antek Orde Baru yang kampus lahirkan. Bagaimana tidak? Reformasi yang konon katanya diperjuangkan oleh sebagian besar mahasiswa, kini semakin tak berarah. Lihat

Toleransi dan Pengalaman Selama Menjadi Mahasiswa SAA

Penulis: Habib Muzaki, Pimred LPM Forma   Prodi Studi Agama-Agama (SAA) memang masih asing di telinga masyarakat. Saat pertama kali diterima disini, awalnya saya mengira akan menjadi seperti Dzakir Naik yang mengislamkan banyak orang. Mungkin saja kegiatan rutinan kami adalah berdebat dengan para pastur, biksu, maupun para ateis. Eh salah, kami malah main ke gereja,

Alasan Kenapa Jomblo Harus Belajar Filsafat

Penulis: Habib Muzaki, Pimred LPM Forma Jomblo sering dipandang sebagai manusia tak bernilai yang gagal dalam urusan percintaannya, padahal benar. Namun sebenarnya hinaan berbau kenyataan ini adalah sebuah pertanda dan sekaligus peringatan dari Tuhan. Bahwa para jomblo harus segera mengasah akalnya. Salah satu teknik mengasah akal ini ada dalam filsafat. Jangan salah kira, penulis tidak

Minta Kritik Pedas, tapi FPI Dibubarkan?

Penulis: Zamzam Qodri Editor: Habib Muzaki Akhir-akhir ini muncul berita yang mengejutkan sekaligus dapat membuat tertawa meskipun tak sampai terbahak-bahak. Jika kita mencermatinya kelucuannya, pemerintah khususnya Presiden meminta masyarakat untuk aktif menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah. Alasannya kritik dan saran tersebut dapat membantu pemerintah dalam membangun bangsa agar lebih terarah dan lebih baik. Setidaknya

This is My Life (?)

Oleh: Farah Salma Nuraida Kita berada di negara hukum yang semua kehidupannya berpedoman pada undang-undang dan memiliki suatu aturan yang tidak dapat dilanggar. Namun, dari aturan-aturan tersebut juga tidak membatasi kita dalam melakukan sesuatu. Mulai dari sikap, perilaku, dan pola pikir itu sendiri, kita mempunyai kebebasan selama tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku. Yang menjadi permasalahan

Penggunaan Media Sosial Sebagai Sumber Dosa?

Oleh: Farah Salma Nuraida Hidup di tengah maraknya dunia maya seperti saat ini memang terkadang cukup meresahkan. Berbagai hujatan, komentar, dan argumen yang berawal dari candaan atau sekedar kegabutan bisa membawa kita dalam sebuah persidangan. Tak jarang juga suatu pendapat terus terpendam, sebab beberapa hal yang menyulitkan seseorang untuk menyuarakan. Jalan pintas yang dapat diandalkan

Pemuda dan Game di Era Revolusi Industri 4.0, Apa yang Terjadi?

Oleh: Tsabita F Hampir semua orang terlebih pemuda sekarang pasti mengenal apa itu game. Bahkan sangat minim jika pemuda tidak mengetahui arti dari game. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Sehingga, bangsa yang baik dapat dilihat dari generasi muda sekarang ini. Terlebih banyak sekali pemuda yang mempunyai keinginan untuk dirinya menuju masa depan yang cerah. Dan,

Sweet Home: Tak Seperti yang Terlihat

Oleh: Sibghoo_ Berawal dari bentuk kejenuhan dengan adanya stresor yang kian hari seolah beranak-pinak. Mulai dari tugas rumah, tugas kuliah, tugas organisasi, ditambah masalah lain yang semakin memicu energi negatif dalam diri. Sehingga, untuk menghilangkan kejenuhan tersebut, mulailah mengalihkan aktivitas dengan cara menonton drama Korea Selatan. “Sweet Home” judulnya, terdiri dari 10 episode yang merupakan

Koreksi Gaya Hidup Hedonis Spiritual Islami

Oleh: Habibah, Prodi TP   —Money is Everything— (Uang adalah segalanya) Kata itulah yang sering kita dengar dari mulut manusia. Manusia dan segala hal yang berhubungan dengannya akan selalu tumbuh dan berkembang dari masa ke masa. Selalu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Dari yang awalnya sederhana menjadi kompleks penuh dengan tujuan dan kepentingan-kepentingan dalam menikmati