Kategori : Cerpen

Partikel

Oleh: Sabitha “Bersiaplah!” Suasana di ruang eksperimen Damitric Agency sungguh menegangkan petang ini. Suara menggema dari mikrofon itu milik Profesor Velmotte, menatap serius lima remaja yang berdiri di tengah ruang eksperimen melalui layar raksasa di sebuah ruangan khusus. Berharap agar mereka berhasil dan segera kembali. Sebentar lagi, mereka akan menjalankan misi rahasia Damitric Agency untuk

Agent of Money

  Mahasiswa yang katanya agent of change mendadak berubah menjadi istilah agent of money. Memang penggerak kedua setelah Tuhan adalah Uang, Aku dan temanku sudah menyadarinya ketika kita sedang berkumpul melakukan sebuah aksi. Aku dan temanku direcoki oleh segelintir orang berpakaian hitam bermuka kusam sedikit berkeringat karena gerah kepanasan. Ketika Aku ditanya, “apa tujuanmu disini?”,

Sorotan Bangku Kampus

Hei, Bangku Kampus, bagaimana kabarmu, setelah hampir tiga bulan lamanya tidak bersua? Jujur, aku merindukanmu. Sebagaimana kau merindukan mahasiswa yang menggunakanmu. Dari yang sekadar mencari presensi sampai yang serius mempelajari ilmu pengetahuan yang bervariasi. Mungkin ada yang merendahkanmu, dengan menganggapmu tak lebih dari penunjang para “budak akademik”. Lantas, pesonamu sebagai alat penunjang proses belajar dianggap

Coretanku, Bagian Dari Hidupku

Oleh: Azizah Aku hidup sebatangkara, di tengah-tengah kota yang terhempit gedung pencakar langit, dinding rumahku terbuat dari kardus lepek, jendela kubuat dengan tutup minimalis yang terbuat dari kain perca, lantai rumahku kuberi alas yang terbuat dari plastik bungkus makanan yang setiap harinya kudapat dari keringatku sendiri, meskipun rumah itu jauh dari kata layak namun aku

Kenalkan Aku Pada Tuhanmu

Oleh: El Rey Aku terus memandanginya dari bangku belangkang kelasku, dia terlihat aneh dan berbeda dari yang lain. Dia selalu memakai pakaian seperti jubah. Ah, aku tidak tahu pasti apa namanya, dengan warna gelap. Aku pernah melihatnya sekali dengan pakaian berwarna biru muda. Aku penasaran ingin menyapanya. Tapi, bagaimana aku harus memulainya? Hm, aku mengingat

RUMIT

Sepuluh tahun lalu semua terasa menyenangkan, tidak ada beban dan aku tidak mau tahu persoalan yang di luar kendaliku. Mungkin karena aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, jadi aku merasa tidak memiliki tanggung jawab atas apapun kecuali diriku sendiri. Setiap hari aku menemukan banyak orang baru yang akan mengisi cerita-ceritaku selanjutnya, berbagai jenis

Coretanku, Bagian Hidupku

Oleh: Azizah   Aku hidup sebatangkara, di tengah-tengah kota yang terhempit gedung pencakar langit, dinding rumahku terbuat dari kardus lepek, jendela kubuat dengan tutup minimalis yang terbuat dari kain perca, lantai rumahku kuberi alas yang terbuat dari plastik bungkus makanan yang setiap harinya kudapat dari keringatku sendiri, meskipun rumah itu jauh dari kata layak namun

Sufi dan Kursi Kosong

Oleh: Che* Empat tahun lalu, aku menemukannya dalam lengang malam gerimis Tuhan, dalam kursi kosong. Malam itu aku dan kawan karib seperti saat ini dan esok, bersimpuh dalam setiap bambu yang rapi, asap menghantarkan setiap harapan dan candu. Antara panas dan kelembutan kopi aku memperhatikannya yang berani, ia yang anggun dengan casual yang cool, bercakap-cakap

Mahasiswa Penjual Sunyi

  Ada seorang mahasiswi, yang berasal dari kota Angin. Namanya Siti, ia berasal dari keluarga besar Tidak Miskin Kurang Kaya Tapi Sederhana dan Sahaja, ayahnya sebagai pekerja asongan yang menjajakan cita-cita, ibunya sebagai penjaga rumah Bahagia. Ia anak tunggal hasil dari kisah cinta antara ibu dan ayahnya yang kekal. Siti seorang mahasiswi cantik yang memiliki

DARAH KURBAN

  Writter: UlyaRahmah