Kategori : Cerpen

Sambatan Electrol*x

Oleh: VtaminC Setelah sekian lama akhirnya aku diadopsi oleh sebuah keluarga. Sama seperti teman-temanku, tentunya saat-saat dipilih menjadi bagian dalam keluarga yang hangat adalah impian yang sangat kudambakan. Sebelumnya, aku pernah diasuh oleh sebuah keluarga. Namun, aku tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka. Kini adalah waktu untuk membuktikan, bahwa aku layak dipilih oleh calon keluargaku kelak.

Secret Magic Book (1)

Oleh: Fadya Aku terbangun dari tidurku yang nyenyak ketika mamaku memanggil ku dengan keras. “Feliciaaa!” Aku pun menjawab, “Iya, Maaa, ini udah bangun.” Aku bergegas memasuki kamar mandi dan berpakaian rapi untuk masuk sekolah. Kebetulan saat itu motorku lagi di bengkel jadi mau tidak mau harus jalan kaki, sedangkan perjalanan menuju sekolah memakan waktu 30

Layar Pembatas

Oleh: Hilaliyah Islamiyah A. “Kuliah Daring gini-gini amat bosan banget, teman online gak pernah ketemu apalagi nyari gebetan susah kalau terusan Daring.” ujar gue. Kebiasaan gue kalau habis kuliah itu buka Instagram, scroll TikTok, buka WA, gitu terus tiap hari dan ketika sedang enak scrollTikTok gue terpana pada satu vidio yang mengharuskan gue untuk mencobanya.

Tiga Ribu Kilometer (2)

Oleh: SabithaAyu “Hei, Anak Muda. Kau ingin pesan nasi goreng? Atau bakmi goreng?” tanya Pak Ucok dalam bahasa daerah, menepuk pundak Wahyu hingga lamunannya buyar. “Eh, saya tidak punya uang,” jawab Wahyu dengan malu-malu, berbahasa daerah pula. “Halah, ya sudah nggak papa, aku kasih gratis! Hari ini makananku sedang laris manis. Aku ingin berterima kasih

Tiga Ribu Kilometer (1)

Oleh: Sabitha Ayu Namanya Wahyu. Lengkapnya Sa’aduddin Wahyu Utomo. Nama tersebut blasteran dari nama Jawa dan Sulawesi. Sebab ayahnya berasal dari Jakarta dan ibunya dari Sulawesi Utara. Sa’aduddin diambil dari nama atau gelar Islam untuk Arung Palakka, seorang Raja di Palakka, salah satu kerajaan bawahan yang ada dalam wilayah Bone. Sedangkan Wahyu diambil dari nama

Antara Aku dan Hujan

Karya: Layli Nurul Islamiyah  “Tidaaaakkkkkkkk! Ini nggak mungkin terjadi, tidaaakkkk!!”Rasanya hatiku bagai tersayat oleh pisau. Dan, aku hanya bisa menangis menerima keadaan ini. ******* Semua berawal ketika aku berumur 17 tahun, di mana aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Namaku Lisa, aku berada di kelas 12 MIA 1. Semua orang menganggap aku adalah murid

BEHIND THE SCENES

Oleh: Nurul Fadia Pagi itu, aku baru saja pulang dari sekolah yang melelahkan. Tiba-tiba terdengar bunyi pecahan gelas dan keributan. Aku tidak terkejut karena sudah terbiasa dengan adegan seperti itu. Kupasang headset dan kuputar musik sekeras mungkin dan berjalan melewati ayah dan ibuku yang sedang bertengkar hebat. Adikku yang masih berumur 5 tahun berlari menghampiriku

Self Reward

Oleh: M. Irsyadul Ibad  Banyak terjadi kasus pembunuhan akhir-akhir ini. Semua kasusnya terjadi di dalam satu kota. Salah seorang siswa tahun terakhir di SMA, Hamid, tidak terlalu memedulikan kejadian di sekitar rumahnya. Justru dia menikmati setiap kasus yang terjadi. Hamid hanya menganggap kotanya lebih ramai dari biasanya. Kini dia hanya fokus untuk lulus dengan nilai

Partikel

Oleh: Sabitha “Bersiaplah!” Suasana di ruang eksperimen Damitric Agency sungguh menegangkan petang ini. Suara menggema dari mikrofon itu milik Profesor Velmotte, menatap serius lima remaja yang berdiri di tengah ruang eksperimen melalui layar raksasa di sebuah ruangan khusus. Berharap agar mereka berhasil dan segera kembali. Sebentar lagi, mereka akan menjalankan misi rahasia Damitric Agency untuk

Sorotan Bangku Kampus

Hei, Bangku Kampus, bagaimana kabarmu, setelah hampir tiga bulan lamanya tidak bersua? Jujur, aku merindukanmu. Sebagaimana kau merindukan mahasiswa yang menggunakanmu. Dari yang sekadar mencari presensi sampai yang serius mempelajari ilmu pengetahuan yang bervariasi. Mungkin ada yang merendahkanmu, dengan menganggapmu tak lebih dari penunjang para “budak akademik”. Lantas, pesonamu sebagai alat penunjang proses belajar dianggap