Kategori : _Spesial

Dies Natalis ke-4, Prodi IAT UINSA Rayakan Serangkaian Lomba dan Seminar Nasional

FORMA (13/02)– Tahun ini, Prodi IAT (Ilmu Al-Qu’an dan Tafsir) UIN Sunan Ampel Surabaya merayakan Dies Natalis ke-4 dengan mengadakan tiga lomba bernapaskan al-Qur’an. Tak hanya lomba, Prodi IAT juga adakan “Seminar Nasional.” “Kita ada lomba, kan kita namanya Musytaq, jadi kayak festival gitu. Kita awali dengan lomba. Di sini ada tiga cabang lomba MHQ, MQK, sama

Yudisi Terbaik Ushuluddin, Nurhalimah: Ini Bukanlah Akhir Perjalanan

FORMA (26/01) — Sabtu, 25 Januari 2020 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengadakan wisuda ke-90 di gedung Sport Center. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) mengangkat 106 peserta sebagai wisudawan dan menyematkan penghargaan untuk Nurhalimah, S.Ag.sebagai wisudawan terbaik se-fakultas. Nurhalimah merupakan mahasiswi lulusan program studi TP(Tasawuf dan Psikoterapi) dengan masa studi 3,5 tahun. Capaian Indeks Prestasi Kumulatif

Mengenal Mubaadalah, Relasi Keadilan Laki-laki dan Perempuan

Setelah melewati tahap seleksi karya tulis yang lumayan ketat, pada satu bulan yang lalu tepatnya 11-14 Desember, penulis berkesempatan menjadi salah satu peserta Women Writers Conference di Cirebon, Jawa Barat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Mubaadalah News milik Kiai Faqihuddin Abdul Kadir yang bekerja sama dengan Yayasan Fahmina milik KH. Husein Muhammad. Acara ini bertajuk “Islam

Dongkrak Tarif di Awal Tahun

doc.google   Petasan-petasan menyala indah di langit Nusantara, membentuk sebuah formasi yang sekaligus menjadi doa bangsa Indonesia. Lagu-lagu band ibukota menyanyikan hampir sama semua liriknya, dalam memberi suguhan tahun baru. Semua masyarakat Indonesia berkumpul merayakan apa yang mereka sebut, sebagai malam pergantian tahun. Dengan euforia yang dibuat-buat men-forward pesan melalui media social berupa ucapan selamat

Sepihak

    Kali ini entah mengapa angin terasa terhenti Mataku yang biasanya mencarimu, sekarang terpatri Ia lelah dengan perasaan Termenung disebrang dermaga penantian Sesekali ikan-ikan menyapa Berkata tentang siapa yang mengawali dusta Aku coba mendekatkan telinga kepadanya Saat aku sadar, ternyata bayangkulah yang nampak pertama Aku dan kau, mungkin tak lagi satu Lagu kita sudah

Kuda Troya De-Dolarisasi

Belum genap membuka mata, saya melihat gadget keluaran Korea berkedip. Ternyata ada sebuah notice dari kekasih setia selain dirinya, ia selalu menemani kegabutan hingga kejenuhan mengisi hari-hari saat libur kuliah. Dengan segenap tenaga saya membuka gadget tersebut, dan saat itu juga mata saya terbelalak. Hal ini bukan lantaran saya mendapat pesan ‘putus’ dari pacar saya,

Iman yang Amin

Malam natal itu semakin gemerlap Dihiasi oleh pernak-pernik lampu gemerlap cemara Saat hening kicau burung gereja menyeruak Ledakan terdengar samar, menghujam telinga tuli Salib tergeletak, jemaat tak sadar diri Tanpa kusadari ternyata disana ada bom bunuh diri Kami meraung atas nama persamaan, lalu bersimbah dengan darah perbedaan Ini semua Mengapa! Ada apa Tuhan! Jika Engkau

Setan-Setan Pendidikan

  Setiap tahun kita dapat melihat tak sedikit para peserta baru memasuki kampus UINSA. Mereka rela mengeluarkan banyak uang hanya demi mengenyam pendidikan melalui program studi tujuan yang mereka pilih masing-masing. Tanpa menghiraukan biaya operasional yang harus mereka bayar setiap semester, sekalipun mahal, terpenting bagi mereka adalah mendapatkan ilmu dan wawasan. Berbagai macam latar belakang

De-sakralisasi

Oleh: Darah Kopi* Geger genjik tentang teologi kembali mewarnai Bumi Pertiwi. Dalam drama bernuansakan konflik internal yang tersaji dan disajikan oleh alam semesta, aktor dan sutradanya tetap: kalang ekstrimis Kanan. Seolah-olah, para kaum ekstremis Kanan tersebut memang didapuk sebagai protagonis di setiap drama-drama dalam negeri. Namun ada hal yang berbeda dari drama ini, yaitu dengan

Pelita Umat

  Hai, Khoirun umat Saat batu yang diam bershalawat Saat rerumputan ingin berkhalwat Langit bergemuruh saat lahirmu Bumi riang hingga dijaganya agar tetap tenang Hai, pelita Kau muhammad didalam pujian Saat bait-bait barzanji memuji Saat bait-bait diba’ menjujung tinggi Hai, muhammad Rosul pembawa selamat Dulu kau rela dihina, dicaci maki. Namun tak sepatah kata pun