Bicarakan Moderasi Beragama, Prodi AFI Hadirkan Husein Jafar dan Hasnan Bachtiar

Reporter: Chintya Octavia SH, Zamzam Qodri

Editor: M. Habib Muzaki

 

FORMA (23/06) – Habib Husein Jafar Al-Hadar dan Hasnan Bachtiar menjadi narasumber dalam Seminar Peningkatan Kompetensi Mahasiswa (PKM). Acara ini diadakan oleh Program Studi (Prodi) Akidah Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA). Seminar ini diadakan pada Rabu 23 Juni 2021 mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB secara online melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh 250 peserta.

Acara dibuka oleh Kunawi Basyir selaku Dekan FUF dan Mukhammad Zamzami selaku Ketua Prodi (Kaprodi) AFI sekaligus Ketua Pelaksana seminar ini. Kunawi merasa tema moderasi keberagamaan penting karena mahasiswa perlu untuk mengetahui fenomena sosial dan membuka wawasan tentang problem kekinian. Sejalan dengan Kunawi, Zamzami mengatakan bahwa prodi AFI berfokus pada moderasi beragama sejak empat tahun terakhir.

Acara lalu menuju ke pemaparan materi pertama yang diisi oleh Habib Husein Jafar Al-Hadar. Ia memberikan penjelasan yang berfokus pada pentingnya moderasi keagamaan. Moderasi ini bisa diciptakan dengan membuat imajinasi tentang persatuan dalam agama Islam. Cara menjaga moderasi di era sekarang adalah dengan menggunakan media sosial.

“Orang Indonesia menghabiskan rata-rata 8,5 jam setiap hari untuk menggunakan media sosial. Rata-rata umurnya 18-35 dan merekalah yang mengisi konten media sosial hari ini. Menyebabkan kita berada di era baru yaitu matinya kepakaran.  Sekarang informasi soal agama bisa didapat dari siapa saja. Bukan lagi dari siapa yang memiliki otoritas, namun siapa yang punya popularitas.” ujar Pengasuh Kultum Pemuda Tersesat ini.

Hasnan Bachtiar selaku narasumber kedua memberikan pemaparan yang mengarah pada pengaplikasian Islam moderat di dunia digital. Ia juga menjelaskan tentang pentingnya peran digital sebagai sarana penyebaran gagasan Islam moderat.

“Perubahan dari website ke media sosial meningkatkan viewer dan berpengaruh kepada literasi digital. Nah, itu musti cerdas mengenai isi konten misalnya isinya jelas harus moderat, yang kedua aktual, yang ketiga menarik, yang keempat emosional, kemudian berkolaborasi dengan tokoh-tokoh populer di Indonesia.” tambah pria yang juga merupakan Dewan Redaksi Ibtimes.id.

“Duet ini memang terbilang unik, karena keduanya mempunyai jalur karir yang berbeda walaupun punya misi yang sama,” ujar Mukhammad Zamzami.

Zamzami juga berpesan kepada para mahasiswa bahwa sudah saatnya untuk membuat konten-konten video menarik tentang Islam yang santun dan mengajarkan kebaikan. Ada banyak sisi dan perspektif yang bisa ditawarkan dalam konten tersebut. Kolaborasi juga perlu ditekankan, contohnya kolaborasi konten antara mahasiswa AFI dan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Rini, sebagai salah satu peserta merasa sangat tertarik terhadap acara ini. Selain karena pembahasannya, narasumber yang diundang juga menjadi salah satu daya tarik dari seminar tersebut. “Kalau saya tertarik banget, ya. Karena saya juga calon mahasiswa AFI, tentunya webinar tadi menjadi langkah awal saya sebelum memasuki dunia perkuliahan,” tambahnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *