Reporter : Fatkur Rozaq Al Akbar dan Hatman Roqfah
Editor      : Dennia Shinenauky Niza

FORMA (14/03) – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Jawa Timur menggelar diskusi publik bertema “MBG dan Politik Anggaran: Pendidikan Dikorbankan demi Program Populis” di Gedung Futsal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Jumat, 13 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur serta menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Tiyo Ardianto, Ketua BEM Universitas Gadjah Mada periode 2025.

Tiyo menilai program tersebut berpotensi melanggengkan kemiskinan struktural, warga Indonesia hanya dituntut menjadi kuat secara biologis, bukan kuat untuk berpikir, melainkan hanya kuat untuk bekerja secara fisik. Ia juga menilai program tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, khususnya pada sektor pangan.

“Program ini bisa menguasai rantai pasok bahan pangan seperti daging dan sayuran dengan harga di bawah pasar, sementara pelaporannya menggunakan harga pasar. Dampaknya, inflasi pangan bisa meningkat hingga sekitar 6 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Hidayatullah, selaku Koordinator Isu Pendidikan BEMNUS Jatim berpendapat bahwa kebijakan pemerintah seharusnya tetap berfokus pada sektor fundamental masyarakat.

“Kebijakan publik seharusnya tetap berfokus pada kebutuhan fundamental masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, karena sektor tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Diskusi tersebut juga menyinggung tentang amanat konstitusi mengenai anggaran pendidikan. Para pembicara mengingatkan bahwa Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 menetapkan bahwa anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satu peserta diskusi, Maftuch Fuadi menilai forum diskusi seperti ini perlu terus diperluas di kalangan mahasiswa agar dapat meningkatkan kesadaran kritis terhadap kebijakan publik.

“Diskusi seperti ini penting dimasifkan di kalangan mahasiswa agar dapat memperkuat literasi kebijakan publik dan mendorong partisipasi kritis dalam mengawal kebijakan negara,” ujarnya.

Di sisi lain, Muhammad Zainur Abdillah, selaku Koordinator BEMNUS Jawa Timur juga menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa yang hadir dalam forum tersebut.

“Harapannya, gerakan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam memberikan gagasan bagi perbaikan kebijakan di masa mendatang,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *