Penulis: Sari Rahmawati
Pernah kutitipkan rasa pada udara,
namun ia gugur di perbatasan hening.
Antara keberanian dan takdir yang menunda,
jejak pesanku pupus sebelum sempat bernyanyi.
Kucoba menakar waktu di denyut senja,
kusulam harap di jaring langit yang renta,
namun semesta memilih diamnya sendiri,
seolah menyembunyikan jawab di balik sunyi.
Mungkin takdir berbisik lewat senyapnya,
menyuruh hati menunggu tanpa bertanya,
menyimpan nama yang tak sempat terucap
di antara doa dan luka yang menatap.
Maka kutinggalkan rinduku pada malam,
biarlah ia hanyut bersama cahaya kelam.
Bila waktu berkenan membuka pintunya,
cukuplah semesta tahu, aku pernah setia menantinya.

